Sejarah Seragam Kerja

PTSansan.co.id Tahukah Anda apakah kesamaan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Sales Promotion Girl (SPG)? Ya, jawabannya cukup sederhana. Keduanya diharuskan memakai seragam kerja. Sudah sejak lama, seragam memiliki nilai penting bagi sebuah institusi atau organisasi. Kehadirannya merupakan sarana bagi para anggota, karyawan, dan pihak luar selaku konsumen untuk dapat mengenali identitas sebuah perusahaan. Nah, sejarah seragam kerja ternyata cukup panjang dan sangat menarik lho untuk diikuti. Ingin tahu seperti apa? Yuk, simak pembahasannya!

  • Berawal dari Pelayan

Awal mula sejarah seragam kerja bisa dilihat dari baju bercorak yang diberikan khusus untuk para pelayan di benua Eropa pada periode modern awal (1500–1800). Warna, bentuk, dan motif pakaian tersebut biasanya disesuaikan dengan marga bangsawan di mana para pelayan itu bekerja. Seragam ini juga berfungsi sebagai tanda pangkat dan perbedaan status sosial. Corak ini kemudian dibentuk juga ke dalam sebuah lencana. Tak lama setelah itu, lencana menjadi lambang identitas yang umum digunakan untuk berbagai profesi agar lebih mudah dikenali, mulai dari kurir hingga pegawai sipil. Hingga kini, lencana berbentuk name tag masih umum ditemukan sebagai aksesoris pelengkap seragam kerja.

  • Perkembangan Seragam Medis

Dahulu kala, dokter tidak memiliki pakaian seragam khusus. Mereka biasanya hanya mengenakan pakaian berwarna hitam saat bertugas karena profesinya sangat identik dengan penderitaan dan orang yang jatuh sakit. Namun, seiring kemajuan pengobatan di dunia medis, memasuki abad ke-20, para dokter dan ahli bedah mulai mengenakan jas lab putih yang khas. Ini melambangkan kemurnian dan kesterilan yang tentunya dikenal baik oleh profesi medis. Tak hanya itu, seiring dengan berkembangnya sistem rumah sakit modern, seragam medis terus berkembang agar bisa dijadikan patokan untuk membedakan dokter, suster, dan petugas medis lainnya. Dengan cara ini, mereka dapat diidentifikasi dengan mudah oleh para pasien dan pengunjung.

  • Kemunculan Jas sebagai Seragam Kerja

Jenis pakaian yang kita kenal secara luas sebagai seragam kerja adalah setelan jas. Dianggap sebagai smart corporatewear, penggunaan jas melambangkan status sosial dan profesionalisme penggunanya. Pengacara dan pebisnis profesional seringkali beraktivitas dengan mengenakan jas sebagai penanda status dan keahlian mereka. Selain itu, mereka juga ingin mendapatkan rasa hormat dengan menggunakan jas. Tapi, jangan salah, tren ini ternyata baru muncul pada tahun 1900-an lho, dan bermula di kota-kota yang sudah sadar mode, seperti Paris dan London. Bahkan, penggunaan jas sebagai lambang profesionalisme kerja baru mendobrak dunia pada era 1920-an (Roaring Twenties), di mana semua orang berlomba-lomba memamerkan kekayaan mereka. Salah satunya adalah dengan menggunakan jas di kegiatan sehari-hari.

  • Evolusi Seragam Pramugari

Seragam pramugari bisa dikatakan sebagai salah satu penanda evolusi seragam kerja. Ini karena model bajunya yang khas dan diseragamkan dengan berbagai pertimbangan ketat. Padahal, pada awal kemunculannya di tahun 1930-an, pramugari hanya mengenakan setelan rok yang terinspirasi militer dengan warna lembut dan bahan kain yang tebal, hampir terlihat seperti perawat. Akan tetapi, pada era 1960-an, nilai-nilai glamor dan feminitas membuka jalan bagi penampilan seragam pramugari yang lebih ceria dan funky. Model seragam berwarna cerah ini terus berkembang hingga masa kini. Mengingat perannya yang sangat penting untuk sebuah maskapai, tak sedikit seragam pramugari yang digarap langsung oleh desainer ternama dunia, seperti Dior, Pierre Cardin, dan Christian Lacroix yang telah mendobrak dunia dengan desain seragam mereka untuk maskapai Air France.

  • Bagaimana Seragam telah Berkembang?

Seiring dengan perubahan zaman dan tren sosial, seragam kerja pun tentu ikut berubah. Hal ini menandakan bahwa ada nilai-nilai yang senantiasa berkembang dalam dunia masyarakat dan pekerjaan mereka. Sebagai contoh, dibandingkan dengan seragam pada masa lampau, seragam perusahaan di sektor industri saat ini umumnya telah memenuhi standar keselamatan. Padahal, 50 tahun yang lalu, hampir semua perusahaan mengabaikan masalah keamanan industri. Selain itu, ada juga kesadaran lebih dari pihak perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pribadi para pekerja melalui seragam yang diberikan. Sebagian besar bisnis juga sudah memahami pentingnya kesetaraan gender, agama, disabilitas, dan kebutuhan fisik lainnya. Teknologi kain terbaru pada seragam kerja juga memungkinkan adanya peningkatan fungsionalitas dan daya tahan sebuah brand.

Nah, itulah sedikit ulasan mengenai sejarah seragam kerja. Terlepas dari perkembangannya yang senantiasa berubah, seragam kerja tetap menjadi salah satu media branding yang paling kuat untuk menunjukkan citra baik perusahaan Anda. Berencana untuk membuat seragam perusahaan Anda? Hubungi kami di PT. Sansan Saudaratex Jaya Divisi Tekstil. Kapasitas produksi kami mencapai 3.000.000 meter/bulan sehingga hasilnya bisa maksimal tepat waktu. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk mengkonsultasikan kebutuhan pembuatan seragam kantor Anda bersama kami. Silahkan hubungi kami melalui link berikut ini.

 

Sumber: Wise Work Wear

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.